Rabu, 14 September 2016
Pengantar Studi Islam
KATA
PENGANTAR
Assalamu’alaikum
warohmatullahi wabarokatuh
Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT
atas rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyusun makalah ini. Makalah ini berjudul “Demokrasi Pendidikan Islam” Kami pemakalah
sudah berusaha menyusun makalah ini sebaik mungkin, akan tetapi kami menyadari
kesalahan dan kekurangan kami, hingga kami menyadari bahwa makalah
kami ini masih jauh dari kesempurnaan. Namun berkat hasil kerja kelompok kami
sehingga makalah ini dapat diselesaikan. Semoga
makalah ini dapat bermanfaat bagi kami khususnya, dan bagi pembaca umumnya.
Amiin...
Wassalamu’alaikum warohamtullahi
wabarokatuh
Banjarmasin, 29 September 2016
Penulis
DAFTAR ISI
Kata Pengantar...................................................................................................... i
Daftar Isi............................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang...................................................................................... iii
B.
Rumusan Masalah................................................................................. iii
C.
Tujuan Penulisan................................................................................... iii
D.
Manfaat Penulisan................................................................................ iii
E.
Metode Penulisan................................................................................. iv
BAB II PEMBAHASAN
A.
Dasar-dasar pemahaman studi islam..................................................... 1
B.
Urgensi Study Islam............................................................................. 3
C.
Tujuan Studi Islam................................................................................ 6
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan........................................................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... 9
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar belakang
Studi
islam merupakan suatu usaha untuk memperoleh pengetahuan terhadap ajaran islam
yang menjadi suatu sumber pengetahuan yang
berpedoman kepada Al Qur’an dan Hadis. Pada dasarnya pemahaman terhadap
studi islam tidak lepas dari aspek spritual dan aspek horizontal dimana aspek
spritual menunjukan adanya hubungan manusia dengan tuhan sedangkan aspek
horizontal yaitu adanya hubungan manusia dengan manusia dan adanya hubungan
antara manusia dengan alam dari kedua aspek ini sangat berkaitan erat karena
pada hakikatnya manusia merupak mahluk sosial yang tidak bisa hidup tampa orang
lain serta senantiasa taat terhadap perintah Allah SWT. Studi islam merupakan
ajaran yang menanamkan nilai-nilai ahlak yang terpuji serta moral yang baik
sehingga menunjang pendidikan terhadap umat muslim.
Islam
merupak agama yang sangat menjunjung tinggi terhadap aspek spritual dan aspek
horizontal sehingga hal inilah yang menjadi pendorong umat muslim untuk
senantiasa berjuang dalam mengembangkan studi islam. Studi islam dituntut untuk
membuka dirinya agar studi islam mampu berkembang dan beradaptasi dengan dunia
modern serta menjawab tantangan kehidupan dunia dan budaya modern yang dapat
menimbulkan problem terhadap pemahaman umat muslim yang tidak berpedoman
terhadap Al Qur’an dan Hadis
B.
Rumusan Masalah
1.
Bagaimana Pemahaman Dasar-Dasar
Studi Islam
2.
Bagaimana Pemahaman
Urgensi
Study Islam
3.
Bagaimana Tujuan
Studi Islam
C.
Tujuan Penulisan
1.
Untuk Memahami bagaimana Dasar-dasar studi
islam
2.
Untuk Memahami Bagaimana Urgensi Study Islam
3.
Untuk Memahami Bagaimana Tujuan Studi Islam
D.
Manfaat Penulisan
Adapun
manfaat penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi kewajiban dalam
melaksanakan tugas perkuliahan Pengantar Studi Islam dan untuk
mengetahui bagaimana Studi islam sangat mempengaruhi kehidupan
terkait dengan nilai-nilai moral yang baik.
E.
Metode Penulisan
Adapun
metode penulisan yang kami gunakan adalah bersumber dari buku serta beberapa
dari internet.
BAB
III
PEMBAHASAN
A.
Dasar-dasar
pemahaman studi islam
Belajar adalah perubahan yang
relatif permanen dalam prilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari
pengalaman atau latihan yang diperkuat. Belajar merupakan akibat adanya
interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu
jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam
belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa
respon.
Yang
dimaksud dengan pembelajaran adalah yang menekankan keaktifan siswa untuk
mengalami sendiri, untuk berlatih, untuk berkegiatan sehingga baik dengan daya
pikir, emosional dan keterampilannya mereka belajar dan berlatih. Pendidik
adalah fasilitator, suasana kelas demokratis, kedudukan pendidik adalah
pembimbing dan pemberi arah, peserta didik merupakan obyek sekaligus subyek dan
mereka bersama-sama saling mengisi kegiatan, belajar aktif dan kreatif.
1.
Pengertian Studi Islam
Kata studi Islam merupakan gabungan dari dua kata, yaitu kata studi dan kata
Islam. Kata studi memiliki berbagai pengertian. Rumusan Lester Crow dan
Alice Crow menebukan bahwa studi adalah kegiatan yang secara sengaja diusahakan
dengan maksud untuk memperoleh keterangan, mencapai pemahaman yang lebih besar,
atau meningkatkan suatu ketrampilan.
Sementara Muhammad Hatta
mengartikan studi sebagai mempelajari sesuatu untuk mengerti kedudukan, mencari
pengetahuan tentang sesuatunya di dalam hubungan sebab dan akibatnya, ditinjau
dari jurusan yang tertentu dan dengan metode yang tertentu pula[1]
Dan
pengertian islam secara etimologi (ilmu asal usul kata), Islam berasal dari
bahasa arab, terambil dari kosa kata salima
yang berarti selamat sentosa. Dari kata ini dibentuk menjadi kata aslama yang berarti memeliharakan dalam
keadaan selamat, sentosa dan berarti pula berserah diri, patuh, tunduk dan
taat. Dari kata aslama ini dibentuk
kata islam (aslama,yuslimu,islaman),
yang mengandung arti selamat, aman, damai,patuh,berserah diri dan taat[2]
Sedangkan pengertian islam menurut istilah adalah agama
yang didasarkan pada lima pilar utama, yaitu mengucapkan dua kalimah syahadat,
mendirikan sholat, mengeluarkan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan
melaksanakan ibadah haji bagi yang sudah mampu.
Dari
pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa, pengertian studi islam adalah
pengetahuan yang dirumuskan dari agama islam yang dipraktekkan dalam sejarah
dan kehidupan manusia. Sedang pengetahuan agama adalah pengetahuan yang
sepenuhnya diambil dari ajaran-ajaran Allah dan rosul-Nya secara murni tanpa
dipengaruhi sejarah, seperti ajaran tentang akidah,ibadah, membaca al-qur’an
dan akhlak[3]
2. Ruang Lingkup Study Islam
Dalam
pengertiannya, agama memiliki tiga dimensi atau ruang lingkup bahasan yang
sangat umum yaitu:
1.
Aspek spiritual yang mana dalam artiaannya menunjukkan
hubungan antara manusia dengan tuhannya. Lebih dalamnya aspek ini berarti
mewujudkan adanya ikatan yang harus dipegang dan ditaati oleh para penganutnya,
sebagai bentuk penghambaan dan kepatuhan terhadap segala ketentuan yang telah
di gariskan oleh Allah
2.
Aspek horizontal
a.
Hubungan antara manusia dengan manusia yang merupakan salah
satu fitrah insaniah yang dimiliki manusia, karena manusia hidup di dunia bukan
hanya sebagai manusia individual, melainkan makhluk social. Islam memiliki
konsep dasar mengenai hubungan ini yaitu dalam bingkai kekeluargaan,
kemasyarakatan, keanekaragaman dan lain-lain. Konsep ini memberikan landasan
dan acuan baggi manusi untuk menjalin hubungan yang baik dengan manusia yang
lainnya sebagai wujud eksistensi kemanusiaan dan gambaran mengenai ajaran
kemasyarakatan, baik yang berbentuk nilai, moral, etika.
b.
Hubungan manusia dengan alam semesta termasuk didalamnya
hewan dan tumbuhan serta lingkungan dimana manusia hidup. Yang mana Manusia
diberikan wewenang dalam memanfaatkan, mengelola menjaga, merawat dan
bertanggung jawab terhadap ciptaan Allah. Karena itu manusia dibekali akal
sebagai satu kelebihan
Lebih
dalamnya aspek Horizontal mengacu pada keadaan sosial, mengenai bagaimana para
penganut ajaran agama menjalin relasi secara positif dan harmonis dengan
makhluk ciptaan lain.
B.
Urgensi Study Islam
Dari
segi tingkatan kebudayaan , agama merupakan universal cultural. Salah stu
prinsip fungsional menyatakan bahwa segala sesuatu yang tidak berfungsi pasti
akan lenyap dengan sendirinya. Karenanya agama islam dari dulu hingga
sekarang dengan tangguh menyatakan
eksistensinya. Hali ini berarti bahwa agama mempunyai dan memerankan sejumlah
peran dan fungsinya di masyarakat. Oleh
karena itu , study islam dituntut untuk membuka dirinya agar studi islam mampu
berkembang dan beradaptasi dengan dunia modern serta menjawab tantangan
kehidupan dunia dan mudaya modern.
Adapun
urgensi studi islam dapat dipahami sebagai berikut.
1.
Umat islam saat ini berada dalam
kondisi problematic
Umat islam pada saat ini berada pada masa yang lemah dalam
segala aspek kehidupan social budaya
yang mana harus berhadapan dengan dunia modern yang serba psraktis dan
maju. Oleh karena itu, umat islam tidak boleh terjebak pada romantisme, artinya
menyibukkan diri untuk membesar-besarkan kejayaan masa lalu yang terwujud dalam
sejarah islam, sementara saat ini islam masih silau menghadapi masa depannya.
umat islam memang berada dalam suasana problematic. Jika sekarang umat islam
masih berpegang teguh pada ajaran-ajaran islam hasil penafsiran ulama terdahulu
yang dianggap sebagai ajaran yang mapan
dan sempurna serta paten , berarti mereka memiliki intelektual sebatas
itu saja yang pada akhirnya menghadapi masa depan suram.
Oleh karena itu, disinilah pentingnya studi islam yang dapat
mengarahkan dan bertujuan untuk mengadakan usaha-usaha pembaharuan dan
pemikiran kembali ajaran-ajaran agama islam yang merupakan warisan ajaran yang
turun temurun agar mampu beradaptasi dan menjawab tantangan serta tuntutan zaman
dan dunia modern dengan tetap berpegang pada sumber ajaran islam yang murni dan
asli, yaitu al-quran dan As sunnah. Studi islam juga dapat diharapkan mampu
memberikan pedoman dan pegangan hidup bagi umat islam agar tetap menjadi
seorang muslim sejati yang hidup dalam dan mampu menjawab tantangan serta
tuntutan zaman modern maupun era global sekarang.
Dan Dalam satu hadistnya Rosulullah SAW bersabda:
Sesungguhnya bani Israil ( kaum yahudi dan nasrani )telah
berpecah belah menjadi 72 aliran,dan umatku akan berpecah belah menjadi 73
aliran.Mereka semua akan masuk neraka kecuali satu aliran saja.Para sahabat
bertanya,”Siapakah dia itu wahai Rosulullah?” Beliau menjawb, “siapa yang
mengikuti jejakku dan para sahabatku.” ( HR.tirmidzi al-Hakim dan al-Aajurri,diharuskan oleh
al-Albani)
Dari hadist di atas kita tahu bahwa
sejak jauh-jauh hari rosulullah telah menginformasikan (mensinyalir) tentang
adanya perpecahan umat hadist diatas bukanlah isapan jempol belaka.di Indonesia
saja ,telah muncul beberapa aliran agama baru yang muncul dari suatu agama
terutama islam sejak puluhan tahun yang lalu.pada umumnya, pelopor sekaligus
pemimpinnya mengaku sebagai ”orang pilihan” yang diutus oleh Tuhan
sebagai juru selamat atau penyempurna suatu agama bagi umat manusia.
Maraknya
aliran-aliran baru tersebut mengindikasikan adanya kebutuhan besar terhadap
agama yang benar-benar bisa memenuhi kebutuhan rohaniah perubahan masyarakat
akibat modernisme, globalisme dan tahap era post industri yang menyebabkan
krisis kemanusiaan serta kurangnya pengetahuan tentang agamalah yang menjadi
pangkal pangkal utama munculnya berbagai macam aliran tersebut.
Penyimpangan-penyimpangan
tersebut tidak akan terjadi jika manusia khususnya umat islam memahami dan
menguasai metodelogi studi agama,yang dalam hal ini adalah metodologi studi
islam.
2.
Umat islam dan peradabannya berada dalam suasana problematic
Perkembangan IPTEK telah membuka era
baru dalam perkembangan budaya dan peradaban umat manusia. Dunia tampak sebagai
suatu system yang saling memiliki ketergantungan Oleh karenanya, umat manusia tentunya
membutuhkan aturan, norma serta pedoman dan pegangan hidup yang dapat diterima
oleh semua bangsa.
Umat manusia dalam sejarah peradaban
dan kebudayaannya telah berhsil menemukan aturan, nilai, norma sebagai pegangan
dan pedoman yang berupa: agama,
filsafat, ilmu pengetahuan dan teknologi. Umat manusia pada masa yang serba
canggih semakin menjadikan manusia-manusia modern kehilangan identitas serta
kemanusiaannya ( sifat-sifat manusiawinya).
Islam,
sebagai agama yang rahmatullah lil ‘alamin, tentunya mempunyai konsep
atau ajaran yang bersifat manusiawi dan universal, yang dapat menyelamatkan
umat manusia dan alam semesta dari kehancurannya. Akan tetapi , umat islam
sendiri saat ini berada dalam situasi yang serba problematic. Kondisi kehidupan
social budaya dan peradaban umat islam dalam keadaaan lemah dan tidak berdaya
berhadapan dengan budaya dan peradaban manusia dan dunia modern. Disinilh
urgensi nya studi islam, yaitu untuk menggali ajaran-ajaran islam yang asli
ndan murni, dan yang bersifat manusiawi. Dari situlah kemudian dididikkan dan
ditransformasikan kepada generasi penerusnya yang bisa menawarkan alternative
pemecahan permaslahan yang dihadapi oleh umat manusia dalam dunia modern
C.
Tujuan Studi Islam
Setelah
membahas tentang pengertian studi islam diatas, studi islam juga memiliki
tujuan yaitu untuk menunjukkan relasi islam dengan berbagai aspek kehidupan
manusia, menjelaskan spirit ( jiwa )
berupa pesan moral dan value yang
terkandung di dalam berbagai cabang studi islam, respons islam terhadap
berbagai paradigm baru dalam kehidupan sebagai akibat dari kemajuan ilmu
pengetahuan dan tekhnologi serta munculnya filsafat dan ideologi baru serta
hubungan islam dengan visi, misi dan tujuan ajaran islam
Muhaimin
dalam bukunyab mengemukakan bahwa arah dan tujuan studi islam dapat dirumuskan
sebagai berikut:
1. Untuk mempelajari secara mendalam
apa sebenarnya (hakikat) agama islam. Allah menurunkun agam sebagai alat untuk
membimbing dan mengarahkan seta menyempurnakan pertumbuhan dan perkembangan
agama-agama dan budaya umat manusia dimuka bumi. Allah juga menurunkan ajaran
islam sebgai fase awal dari pertumbuhan dan perkembangan akal dan budi daya
manusia. Denngan demikian dapat dikatakan bahwa ajaran agam islam telah tumbuh
dan berkembang sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangan akal fikiran dan
budi daya serat agama.
2. Untuk mempelajari secara mendalam
pokok-pokok isi ajaran agama islam yang asli dan operasionalisasinya dalam
pertumbuhan dan perkembangan budaya dan peradaban islam sepanjang sejarahnya
Agama
islam adalah agama fitrah sehingga pokok-pokok isi ajaran agama islam tentunya
sesuai dengan fitrah manusia. Fitrah adalah potensi manusia. Potensi fitrah
inilah yang membuat manusia hidup, tumbuh dan berkembang. Sebagi agam fitrah ,
pokok-pokok ajaran agama islam tersebut akan tumbuh dan berkembang secara
operasional dan serasi bersam dengan pertumbuhan dan perkembangan fitrah
manusia tersebut.
3. Untuk mempelajari secara mendalam sumber
dasar ajaran agam islam yang tetap abadi dan dinamis
Agam
islam sebagai agama samawi terkhir membawa ajaran-ajaran yang berifat final dan
mampu memecahkan masalah-maslah kehidupan manusia, menjawab tantangan dan
tuntutannya sepanjang zaman. Permasalahan dan tantangan dan tuntutan hidup
manusiapun bertumbuh-kembang menjadi kompleks dan menimbulkan pertumbuhan dan
perkembangan system kehidupan budaya dan peradaban manusia yang semakin maju
dan modern.
4. Untuk mempelajari secara mendalam
prinsip-prinsip dan nilai –nilai dasar ajaran agam islam , dan bagaiman
membimbing dan mengarahkan serta mengontrol perklembangan budaya dan peradaban
manusia pada zaman modern.
Nilai dan prinsip dasar ajaran agama
islam diharapkan menjadi alternative
yang mampu mengarahkan, mengontrol, dan mengendalikan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi modern serta factor dinamika lainnya dari system
budaya dan peradaban manusia menuju terwujudnya kondisi kehidupan yang adil dan
makmur[4].
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Keislaman atau islamic studies
adalah usaha untuk mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan islam secara
empiris dan ajaran-ajarannya. Pengertian semakna adalah usaha-usaha sadar dan
sistematis untuk mengetahui dan memahami serta membahas secara mendalam tentang
seluk-beluk dan hal-hal yang berhubungan dengan ajaran islam dalam ajaran,
sejarah maupun praktek pelaksanaannya secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Arah
studi islam adalah fenomena agama dengan berbagai pandangan dan bukan untuk
mempersempit makna agama pada persoalan ketuhanan, kepercayaan, kredoan dan
ibadah. Pendekatan studi yang digunakan adalah disiplin keilmuan yang bersifat
historis empiris bukan doktrinal normatif-historis. Perkembangan studi agama
mendorong peluang pesat munculnya cabang keilmuan keagamaan seperti sejarah
agama, psikologi agama, antropologi agama, dan lain-lain
Cara
pandang yang keliru mengenai islam akan menimbulkan sebuah pandangan dan
pengertian yang keliru pula tentang islam.
Islam
selain sebagai agama yang sesuai dengan fitrah manusia, juga sebagai faktor
penunjang maju pesatnya ilmu pengetahuan, karena Al Qur’an adalah sumber ilmu
pengetahuan yang tertinggi..
Selanjutnya
dengan tujuan-tujuan tersebut diharapkan agar studi Islam akan bermanfaat bagi
peningkatan usaha pembaruan dan pengembangan kurikulum pendidikan Islam pada
umumnya, dalam usaha transformasi kehidupan sosial budaya serta agama umat
Islam sekarang ini, menuju kehidupan sosial-budaya modern pada
generasi-generasi mendatang, sehingga misi Islam sebagai rahmah lil ‘alamin dapat
terwujud dalam kehidupan nyata di dunia global.
DAFTAR
PUSTAKA
Amin Syukur Muhammad, 2010 Pengantar Studi Islam, Semarang:
Pustaka Nuun.
Nata , Abuddin, 2011, Studi Islam Komprehensif, Jakarta:
Kencana Prenada Media Group.
Hasanah, Hasyim,
2010, Pengantar Studi Islam,
Yogyakarta: Penerbit Ombak.
Anwar, Rosihon, 2009, Pengantar Study
Islam,Pust
Langganan:
Posting Komentar (Atom)